Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

tyler the creator

Author :

Article Date : 27/05/2020

Article Category : Super Icon

Sebagai salah satu nama yang paling segar untuk muncul dari kancah hip-hop di era akhir 2000-an adalah Tyler, The Creator. Maju sebagai rapper, produser, dan founding member dari kolektif Odd Future, ia dikenal sebagai seorang musisi yang menyalurkan karya-karya rap alternatif “baru” bersama dengan crew-nya yang sejalan secara estetika. Darinya, ia pun mampu menggiriing karya kolektif mereka menjadi sebuah produk mainstream baru yang diterima oleh banyak kalangan.

Dimulai dari beberapa materi seperti album Earl (2010) milik rapper Earl Sweatshirt, The OF Tape, Vol. 2 (2012) milik Odd Future, hingga Channel Orange (2012) milik Frank Ocean yang berhasil menyabet Grammy; Tyler turut terlibat dalam semua itu, menampilkan kebolehannya sebagai seorang musisi yang berkualitas, baik di balik studio sebagai produser, maupun di depan mic sebagai rapper.

Dalam karier solonya, sudah ada lima album yang menghiasi diskografi pemuda kelahiran tahun 1991 ini, yang memaparkan perubahan dari seorang rapper yang “kasar” dan berantakan, menjadi sosok yang lebih charming dan beraklak. Namun, tak jarang pula karyanya mampu meleburkan semua batasan-batasn ekstrem tersebut. Semua album solo Tyler, The Creator mendarat dalam Top Five tangga lagu Billboard Top 200. Bahkan, yang terbaru darinya, yakni album IGOR (2019), menjadi album kedua miliknya untuk memenangkan penghargaan Grammy.

Bernama asli Tyler Okonma, ia lahir dan besar di Los Angeles County, lalu membagi waktu kecilnya di Ladera Heights dan Hawthrone. Namanya pertama kali beredar dalam sirkuit kreatif saat The Los Angeles Times membahasnya sebagai seorang remaja berusia 16 tahun yang gemar skateboard, musik, dan fashion. Di masa-masa itulah Tyler mulai bermusik bersama para anggota inti Odd Future. Mixtape solo pertamanya baru hadir di tahun 2009, dinamakan Bastard. Di akhir tahun tersebut, materi-materi aneh dari Odd Future sudah semakin matang, dan perilisan mixtape Earl milik Earl Sweatshirt (dengan Tyler sebagai produser) di tahun 2010 menjadi rilisan defining atas karakter musik mereka.

Di tahun 2010 itu, Tyler juga memulai karirnya sebagai seorang sutradara video klip melalui penggarapan track “French” milik Odd Future yang berhasil menjaring jutaan views di YouTube tiba bulan Desember. Iapun melanjutkannya dengan beberapa mixtape milik crew Odd Future kemudian hari, dan hingga sekarang masih kerap mengarahkan pengerjaan video klip untuk lagu-laugnya sendiri.

Tyler berhasil mengamankan kontrak satu album dengan XL Recordings untuk meluncurkan album debutnya, Goblin. Rilis pada Mei 2011, ia menjadi album pertama dari kolektif Odd Future yang dirilis secara tradisional melalui koridor industri musik umum, dan berhasil mendarat di posisi lima dalam tanggal lagu Top 200. Sementara itu, Tyler pun tetap menjadi produser bagi para anggota Odd Future, dan merilis The OF Tape, Vol. 2 di tahun 2012, bersamaan dengan album ikonis Frank Ocean, yakni Channel Orange yang menang Grammy dalam nominasi Best Urban Contemporary Album. Album tersebut berhasil masuk peringkat ketiga dalam Top 200, dan hadir dengan beragam kolaborator seperti Erykah Badu, Pharrell,Laetitia Sadier dari Stereolab, hinga Coco O dari Quadron; yang mana mampu menampilkan estetika musik Tyler seacara pas.

Rilisan studio album ketiga Tyler adalah Cherry Bomb, yang kembali dirilis secara independen via Odd Future dan dibocorkan kepada layanan streaming musik sebelum tanggal rilis resminya di April 2015. Di album tersebut, Tyler, The Creator kembali menjajaki posisi sepuluh besar dalam Top 200 milik Billboard, meluaskan kolaborasinya dengan nama-nama besar macam Kanye West dan Lil Wayne. Jejaknya sebagai producer dan kolaborator pun terus berkembang, ia muncul dalam beberapa kolaborasi bersama Ocean dan crew Odd Future lainnya, seperti The Internet dan Domo Genesis, hingga A$AP Mob. Album keempat Tyler, yakni Flower Boy menjadi salah satu rilisan terbaiknya dan berhasil menyabet Best Rap Album dalam perayaan Grammy ke-60.

Setelah sukses dengan album keempatnya itu, Tyler melanjutkan diskografinya dengan merilis sederet non-album single, serta sebuah EP yang terinspirasi the The Grinch untuk hari Natal. Genap setahun setelah Flower Boy, adalah album teranyarnya, IGOR yang rilis pada Mei 2019 kemarin. Mendarat di puncak klasmen Top 200, album ini juga kembali membuat Tyler membawa pulang piala Grammy untuk Best Rap Album, menjadikannya pemenangang nominasi tersebut untuk dua tahun berturut-turut.

Musikalitas dan kreativitas seorang Tyler hanya akan terus berkembang seiring ia menyusuri karirnya dalam bidang kreatif. Entah itu rapping, producing, membuat video klip, ataupun fashion--apapun itu output-nya, Tyler membuktikan bahwa umur bukanlah halangan besar terkait berkarya dengan bebas dan lepas. Perubahan-perubahan dalam dirinya bisa dilihat dengan jelas dalam karya-karyanya, dan tentu, Tyler masih punya banyak hal yang belum disampaikan, dan segera menyusul melalui album-album mendatang. Sejauh ini, apa album solo Tyler, The Creator yang menjadi favorit kalian?

ARTICLE TERKINI

Tags:

#tyler the creator #rap #Hip Hop #rapper #produser #odd future #igor #flower boy #frank ocean #earl sweatshirt

0 Comments

Comment
Other Related Article
Childish Gambino: Ikon Multitalenta Generasi Milenial

Childish Gambino: Ikon Multitalenta Generasi Milenial . . . .

13 April 2021

Super Icon

greg graffin

Greg Graffin: The Punk Professor

29 September 2020

Super Icon

childish gambino

Childish Gambino: Ikon Multitalenta Generasi Milenial . . . .

14 September 2020

Super Icon

kendrick lamar

Kendrick Lamar sebagai King of Today Hip-Hop

26 August 2020

Super Icon

Yellow Magic Orchestra supericon

Yellow Magic Orchestra: Pelopor Musik Elektronik . . . .

28 July 2020

Super Icon

The Upstairs

The Upstairs Membawa Gelombang Musik Baru . . . .

22 July 2020

Super Icon

mitch lucker

Mitch Lucker: The Fallen Prince of Deathcore

28 April 2020

Super Icon

gerard way

Gerard Way si Frontman Emo Mulitalenta

22 April 2020

Super Icon

the weeknd

The Weeknd: Starboy yang Terus Meroket

23 March 2020

Super Icon

Champion Sound: J Dilla dan Kehidupan Beat Hip-Hop

Mengenal J Dilla: Salah Satu Beatmaker . . . .

28 February 2020

Super Icon

1 /