Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Yulio Piston: Mengenal Musik Lewat Video Game

Author : Admin Music

Article Date : 28/06/2022

Article Category : Noize

Superfriends, kilas balik ke medio awal 2000-an silam. Saya yang saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar, memiliki kegemaran bermain konsol game seperti rata-rata anak seumuran lainnya. Banyak game yang dirasa monumental saat itu, seperti Crazy Taxi, Nascar Thunder, atau Road Rash: Jailbreak sebagai contoh.

Dimulai dari rasa senang melihat grafiknya, jiwa berkompetisi yang besar untuk memenangkan permainan, bahkan sedikit-banyak sampai menambah kosakata bahasa Inggris di luar yang diajakarkan di sekolah. Semakin sering bermain, ternyata ada satu hal yang membuat semakin betah memainkan berbagai permainan tersebut, yaitu soundtrack-nya, Superfriends.

Musik-musik yang berada di dalam video game tersebut terdengar cukup asing, tetapi sukses masuk ke telinga tanpa ada penolakan sama sekali. Kalau sekarang diingat-ingat lagi, satu yang paling tidak terlupakan adalah pengalaman mendengarkan "Police Truck" dari Dead Kennedys dan "Jerry Was A Race Car Driver" milik Primus di game Tony Hawk Pro Skater 1. Dua lagu itu menurut saya terdengar "acakadut," namun seru. Jauh rasanya seperti mendengarkan Rolling Stones sehari-hari yang sudah mengakar di keluarga.

Selalu bermain dengan karakter favorit, Rodney Mullen dan Kareem Campbell, akhirnya saya yang saat itu masih kecil sok-sokan menasbihkan diri sebagai penggemar Dead Kennedys dan Primus.

Suatu hari, ibu yang beberapa kali mendapatkan kesempatan ke luar negeri, pulang dan membawakan oleh-oleh majalah Tips & Tricks. Saya senang luar biasa saat membaca ulasan lengkap tentang Tony Hawk Pro Skater 1, terlebih mereka secara rinci menuliskan siapa saja band-band yang mengisi soundtrack-nya. 

Saya merasa terkoneksi dengan The Vandals, Suicidal Tendencies, dan Goldfinger. Dari sana, biarpun hanya mendengarkan satu lagu yang ada di game itu dan berulang kali terputar, rasanya seperti ini musik terbaik yang pernah di dengar, Superfriends.

Setelah tanpa disengaja menjadi "anak punk", saya menemukan musik dalam genre yang lebih ekstrem lagi beberapa waktu kemudian melalui game SSX On Tour. "Run To The Hills" dari Iron Maiden dan "Overkill"-nya Motorhead begitu membuat bersemangat saat pertama kali bersinggungan. 

Saya baru ingat, ternyata musik heavy metal yang seperti ini tidak begitu asing, karena salah satu paman saya adalah penggemar berat Van Halen. Lagu-lagu model seperti ini sering dimainkan kalau sedang berkunjung ke rumah beliau.

Tapi apa daya, saya yang waktu itu mungkin berusia 6-7 tahun, tentu merasa ini musik yang berisik. Sensasinya tentu berbeda setelah mendengar kembali beberapa tahun setelahnya.

Selain Tony Hawk Pro Skater 1 dan SSX On Tour, ada satu game lagi yang saya rasa telah membentuk dan menyetir selera musik dari saat itu hingga sekarang ini, adalah Burnout Paradise. Game mobil balap yang menawarkan suasana berbeda dari banyak game balapan boring lainnya ini memperkenalkan saya dengan Soundgarden, LCD Soundsystem, Jane's Addiction, sampai Jimmy Eat World, jenis musik favorit yang lebih "alternatif" lagi.

Image source: Shutterstock

ARTICLE TERKINI

Tags:

#yulio piston #Soundtrack Video Game #Tony Hawk Pro Skater 1 #Musik #game

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Noize

Acum Bangkutaman: Apa Kabar Toko Vinyl?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Arief Blingsatan: “Mods Vs Rockers” Menggerakkan Musik Dunia

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Cooly Rocks On Tour, Rockabali sebagai Kanon Kultur

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Yulio Piston: Bentuk-bentuk Baru Musik Tradisional Indonesia

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Dewo Iskandar: Pilih Ngeband atau Solo?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Stephanus Adjie: Metal Paska Pandemi Bagian 2

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Acum Bangkutaman: Serunya Tur Konser (Bagian 2)

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Dinamika Metal Lokal Setelah Pandemi

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Lagu Indonesia: Banyak Hit, Sedikit Evergreen?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Kilas Balik: Mengunjungi Situs-Situs Musik Terpenting Di Belanda

Read to Get 5 Point
image arrow
1 /