Pembukaan kembali sektor pariwisata di sejumlah negara tentu bakal mengundang keinginan para wisatawan yang sudah rindu jalan-jalan. Namun, hal itu tentu berdampingan dengan sejumlah peraturan dan persyaratan baru yang cukup ketat. Karena, pandemi virus COVID-19 belum benar-benar selesai, jadi berbagai persyaratan pun harus dilakukan demi mencegah terjadinya penyebaran virus.
Salah satu negara yang bakal kembali membuka destinasi wisata menariknya adalah Maldives. Rencananya Maldives bakal menyambut wisatawan internasional pada 1 Juli mendatang. Namun, ada beberapa peraturan dan persyaratan baru yang harus dipatuhi para wisatawan.
[readalso url=21777]
Dilarang Menetap Lebih dari 14 Hari

Dilansir Travel and Leisure, setiap pengunjung nggak diizinkan menetap di pulau tersebut lebih dari 14 hari. Menteri Pariwisata Ali Waheed mengatakan, setiap wisatawan yang berencana menghabiskan waktu liburan selama dua minggu di Maldives atau Maladewa harus mengajukan permohonan visa turis sebelum kunjungan.
Visa turis tersebut diprediksi akan menelan biaya 100 dolar Amerika atau setara dengan Rp. 1,4 juta. Nggak hanya itu, setiap wisatawan yang mengunjungi Maldives juga wajib memiliki asuransi perjalanan untuk liburan ke pulau indah tersebut.
Melakukan Serangkaian Tes Kesehatan

Para wisatawan yang datang juga harus menyerahkan hasil tes antigen atau tes antibodi seminggu sebelum kedatangan. Sesampainya di pulau tersebut, para wisatawan akan membayar 100 dolar Amerika lagi atau sekitar Rp. 1,4 juta untuk melakukan serangkaian tes kesehatan.
Lebih lanjut, para wisatawan akan menjalani karantina mandiri di kamar masing-masing hingga hasil tes keluar. Proses tersebut akan memakan waktu sekitar 3 sampai 12 jam.
Kondisi ini tentu akan membuat Maldives menjadi destinasi wisata dengan biaya paling mahal di dunia, khususnya setelah pandemi virus COVID-19.
[readalso url=21756]
200 Resor Masih Ditutup Sementara

Ada sekitar 200 resort di Maldives yang sebagian besar masih melakukan penutupan sementara untuk saat ini. Kemudian, sekitar 26 resort dengan total 3 ribu ruangan telah dialihfungsikan oleh pemerintah untuk tempat karantina dan isolasi selama kebijakan lockdown akibat pandemi COVID-19.
Lalu, ada sekitar 10 resort yang digunakan untuk melakukan karantina mandiri oleh wisatawan. Sebab, mereka percaya bahwa lebih aman untuk tetap tinggal di Maldives daripada harus kembali ke negara asalnya.
Sejak 27 Maret lalu, negara kepulauan tersebut telah membuka akses bagi pengunjung asing. Meski begitu, nggak semua wisatawan diperbolehkan masuk. Ada pula sejumlah negara yang nggak diizinkan untuk mengunjungi pulau Maldives. Sebab, Maldives telah melakukan pembatasan perjalanan terhadap 12 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan China.
Menurut informasi TTG Asia, Pemerintah Maldives mungkin akan membuka kembali perbatasannya untuk lalu lintas regional dari Asia di pertengahan kuarter tahun 2020. Sedangkan Eropa kemungkinan akan diizinkan datang kembali pada bulan Oktober atau November. Hingga saat ini, jumlah kasus virus COVID-19 yang terkonfirmasi di Maldives mencapai 1.850.
Dengan serangkaian peraturan dan persyaratannya, lo tertarik buat liburan ke Maldives saat kembali dibuka bulan Juli nanti nggak, bro?
Source: kumparan.com
ARTICLE TERKINI
Article Category : Trending
Article Date : 16/06/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :