Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

desa Kete Kesu

Author : Admin Adventure

Article Date : 02/10/2022

Article Category : PLACES & GEARS

Desa Kete Kesu merupakan desa tradisional yang berada di kecamatan Sanggalangi, kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Desa ini disebut sebagai desa tertua di Sanggalangi dengan usia perkiraan mencapai 400 tahun.

Desa ini telah menjadi objek wisata sejarah yang ada di Indonesia karena mirip dengan museum hidup. Para traveler yang bertandang ke desa ini akan menyaksikan tradisi adat yang unik khas masyarakat Toraja.

Buat lo yang penasaran tentang desa Kete Kesu, maka bisa simak ulasannya berikut.

Daya Tarik Desa Kete Kesu

Image source: instagram.com/alibufteim

Desa Kete Kesu menawarkan wisata tradisional yang bisa lo jumpai di tanah Toraja. Sejak pertama kali berdiri, desa ini tidak pernah berubah sama sekali, lho.

Para wisatawan dapat melihat berbagai rumah adat Tongkonan yang berjajar rapi di desa tersebut. Selain itu, lo pun berkesempatan untuk melihat upacara kematian alias upacara adat rambu solo.

Rumah Tongkonan yang berusia sekitar 300 tahunan itu dapat diisi oleh kurang lebih 20 keluarga. Lo akan melihat ada delapan rumah adat Tongkonan yang berbaris rapi serta berhadapan dengan lumbung padi.

Dinding rumah adat dari desa Kete Kesu memiliki hiasan tanduk kerbau serta ukiran indah sebagai penanda dari status pemilik rumah.

Menurut masyarakat Toraja, masyarakat yang memiliki darah bangsawan bisa diperbolehkan untuk membangun rumah adat Tongkonan. Sementara masyarakat biasa akan tinggal di rumah yang lebih kecil dengan desain tidak terlalu rumit, seperti halnya Tongkonan.

Ciri khas dari rumah adat Tongkonan salah satunya memiliki atap yang mirip perahu. Proses pembuatan rumah ini akan dilakukan secara bekerja sama dengan seluruh anggota keluarga.

Perlu lo tahu bahwa rumah Tongkonan yang ada di desa Kete Kesu sudah dibuat pertama kali pada abad ke-17. Salah satu rumah adat yang ada di desa ini sudah diubah menjadi museum yang dapat dikunjungi oleh para pelancong.

Dalam museum itu, lo bisa menemukan berbagai macam benda-benda sejarah, patung, keramik Tiongkok, parang, belati sampai bendera pertama yang dikibarkan di tanah Toraja.

Menariknya, museum ini selalu membuka workshop bagi para traveler yang ingin melatih keterampilan membuat seni kriya dari bambu. Pasalnya, masyarakat desa Kete Kesu terkenal sebagai pengrajin ukiran yang sangat terampil, baik itu pada bambu maupun batu.

Tak heran, kalau berkunjung kesini, lo bisa membeli berbagai macam souvenir unik, seperti hiasan dinding, perhiasan, senjata tradisional serta tatakan gelas. Untuk harganya pun cukup bervariasi, mulai dari yang termurah hingga paling mahal.

Terdapat Pemakaman Kuno