Senang banget, dan nggak nyangka bisa jadi juara. Itu yang pertama lewat di benak para pemain dari United Indonesia Samarinda setelah mengalahkan AIS Indramayu, dan resmi jadi juara eFootball di Super Esport Series. Lo pasti udah nggak asing lagi sama keseruan Grand Final Super Esport Series kemarin. Tapi, yang mungkin lo nggak tau adalah gimana perjuangan sang juara dari awal hingga sampai di puncak acara!
Kata Dio, salah satu dari pemain UI Samarinda, awalnya mereka nggak berencana akan menjadi juara. Tujuannya sebenarnya lebih ke yaudah join dulu aja, sambil seru-seruan, soalnya lihat tim lain kuat-kuat banget. Meskipun dari UI Samarinda sendiri roster yang dikirim ke Super Esport Series nggak main-main. Mereka udah sering ikut turnamen-turnamen lokal dan ada Wawan yang udah pernah dapat tawaran jadi pemain profesional. Tapi, mereka nggak mau meremehkan lawan dan nggak mau terlalu ambisius juga, lebih ke realistis aja.
Wajar aja, Superfriends. Ketika lo harus berhadapan sama tim-tim kayak Indo Manchester United Bandung, JCI Malang, dan AIS Indramayu. Kalau lo terlalu percaya diri dan merasa di atas angin, bisa-bisa malah dihajar habis sama mereka. Mentalitas itulah yang dipegang teguh sama mereka sejak awal. Rendah hati, Superfriends. Toh pada akhirnya, mau lo rendah hati atau arogan itu nggak mengubah skill lo, cuma attitude lo aja yang oke atau nggak! Di satu aspek ini, mereka pilih untuk selalu jaga attitude, nggak mau terlihat arogan atau sombong, meskipun sebenarnya mereka tau mereka mampu.
Rasa percaya diri dan keberanian mereka untuk unjuk baru benar-benar keluar di Grand Final, ketika emang udah nggak ada pilihan selain pulang, tinggal mereka mau pulang sebagai apa. Akhirnya, mereka kerahkan Wawan dan satu rekan lainnya di babak pertama melawan AIS Indramayu. Melihat pemain-pemain AIS Indramayu banyak yang emang udah terkenal jago, mereka harus bisa unggul dari awal. Terbukti berhasil dengan perolehan 2-0 sampai akhir babak pertama. Pada babak kedua, terjadi pergantian pemain dan strategi yang cenderung fokus pada pertahanan, untuk menahan perolehan skor dan selisih poin, dan ternyata berhasil!
Strategi ini erat kaitannya dengan mentalitas mereka, Superfriends. Karena sejak awal mereka merasa lawan-lawannya berat, latihannya juga menyesuaikan dengan persepsi itu. Ternyata mereka udah ngulik strategi kayak gimana yang paling pas. Apakah main all out di babak kedua, atau ngejar head start di babak pertama. Pokoknya, pembagian tim dan pemain harus sesuai dengan strategi yang mau digunakan. Jadi, nggak cukup jago teknis aja, Superfriends! Lo butuh kemampuan analisis, dan chemistry sama teman satu tim juga!
Kalau cerita perjuangan lo di esports gimana, Superfriends?
ARTICLE TERKINI
Article Category : E-sport
Article Date : 17/12/2021
2 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Ald /
26/09/2024 at 20:36 PM
Yohanes Hariono
02/01/2026 at 01:21 AM