Taylor Swift baru saja merilis versi akustik dari single terbarunya yang berjudul Anti-Hero.
Anti-Hero merupakan single utama dari album studio kesepuluhnya bertajuk Midnights yang dirilis pada bulan Oktober lalu.
Sebagai single utama album Midnights, Anti-Hero bercerita tentang ketidakamanan dan kecemasan Swift dalam hidup, baik kehidupan secara publik maupun pribadi. Single tersebut sendiri digambarkan sebagai perpaduan antara synthpop, analisis citra neurotik, dan lirik padat yang disatukan oleh drum loop yang metodis.
Anti-Hero sangat erat kaitannya dengan depresi karena Swift berurusan dengan rasa takut akan apa pun, kecemasan dari segalanya, dan meragukan yang paling dia percayai. Melalui Instagram pribadinya, Swift mengatakan bahwa Anti-Hero adalah lagu favoritnya di album Midnights.
"Lagu ini benar-benar panduan tur yang nyata tentang semua hal yang cenderung saya benci tentang diri saya. Kita semua membenci hal-hal tentang diri kita sendiri. Jadi ya, saya sangat suka Anti-Hero karena menurutku itu benar-benar jujur," katanya.
Lagu Anti-Hero bahkan menginspirasi tren "I'm the problem" di TikTok, di mana pengguna mengakui mengapa mereka menjadi masalah sehubungan dengan bagian refrain lagu tersebut. Nikmati Anti-Hero versi akustik di bawah ini ya, Superfriends.
Sebelum merilis versi akustiknya, Swift telah merilis banyak versi lain dari lagu Anti-Hero termasuk beberapa remix dan versi lain yang sering menampilkan band Bleachers milik kolaborator Jack Antonoff.
Tidak heran kalau lagu Anti-Hero dirilis dalam berbagai versi mengingat album Midnights yang dirilis pada Oktober 2022 lalu dengan cepat menjadi album terlaris tahun ini. Swift adalah bintang pop langka yang muncul dari era pandemi sekuat dia memulainya.
Meski Midnights mungkin telah mengecewakan pecinta indie-folk dari album sebelumnya, tetapi berkat album tersebut Swift memecahkan beberapa rekor penjualan dan streaming dalam minggu rilisnya, termasuk mengambil semua 10 tempat teratas di Billboard Hot 100.
Midnights bahkan berhasil menempati posisi teratas di tangga lagu Billboard 200 selama empat minggu berturut-turut. Album yang dirilis pada 21 Oktober 2022 itu juga berhasil mencetak rekor penjualan satu juta keping dalam waktu satu minggu setelah perilisannya.
Lima tahun lalu, album Reputasi milik Taylor Swift mencapai penjualan terbesar di AS sebanyak 1,216 juta eksemplar dalam waktu satu minggu. Namun, Midnights menduduki puncak rekor ini hanya dalam empat hari.
Ini tidak seperti album Swift sebelumnya yang tidak berhasil. Sebaliknya, jumlah alirannya terus meningkat selama bertahun-tahun karena industri streaming telah merebut lebih banyak pangsa pasar pendengar musik.
Musim gugur yang lalu, Red (Taylor's Version) mencapai 90,8 juta streaming dalam hari rilisnya dan memecahkan rekor Spotify untuk album yang paling banyak diputar dalam sehari oleh penyanyi wanita.
Rekor sebelumnya adalah sebanyak 78,7 juta streaming yang dipegang oleh album Folklore miliknya. Dengan album Midnights, Swift kembali memecahkan rekornya sendiri dengan mencapai 185 juta streaming pada hari perilisannya.
Bersamaan dengan perilisan album Midnight, Swift juga meluncurkan sejumlah merchandise seperti hoodie serta empat album vinil dengan warna berbeda yang ditawarkan untuk dijual dengan sampul berbeda dan warna cakram yang unik, mulai dari batu bulan biru hingga hijau giok, mahoni, dan bulan darah.
Untuk penggemar Taylor Swift yang mengumpulkan keempat album vinil dan berhasil menyelaraskannya, sampul belakang membuat jam berdentang di tengah malam. Ada juga jam vinyl Taylor Swift yang ketika dirakit akan menyatukan empat album vinil sebagai jam kerja, menjadi item kolektor penting untuk penggemarnya.
Swift memecahkan rekor album vinil Midnights dengan mencapai hampir 500.000 eksemplar pada hari perilisannya. Di era di mana penjualan vinyl kembali meningkat secara stabil, perusahaan data hiburan yang menguasai tangga lagu Billboard mengumumkan bahwa Midnights memiliki minggu penjualan terbesar untuk album vinyl sejak tahun 1991.
Memenangkan penghargaan bergengsi di Grammy Awards 2021 untuk kategori Album of The Year dengan album rock alternatif bertajuk Folklore tidak cukup untuk menjauhkan Swift dari musik pop. Swift bereksperimen dengan suara baru ini sepanjang tahun 2020 di album Folklore dan Evermore. Midnights kemudian menjadi titik balik Taylor Swift ke zona pop nyamannya.
Taylor Swift telah menjelaskan secara panjang lebar jika album Midnights berisi kumpulan musik yang dirinya tulis di tengah malam dan menjadi sebuah perjalanan melalui teror dan mimpi indah.
Semua 13 lagu di album Midnights diproduksi oleh Swift dan teman lamanya Jack Antonoff, yang pertama kali berkolaborasi dengan penyanyi tersebut di album studio kelimanya bertajuk 1989. Bereksperimen dengan gaya synth-pop atmosferik dengan sedikit sentuhan R&B, Midnights menandai kebangkitan gaya penulisan lagu Swift yang catchy dan pop yang ia tinggalkan selama beberapa tahun terakhir.
Image source: https://www.instagram.com/taylorswift/
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 27/12/2022
4 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Muhamad Saifudin
21/03/2025 at 20:33 PM
Charlie Hutabarat
22/10/2025 at 14:18 PM
PETRUS ARIANTO JOVITO
16/01/2026 at 17:50 PM
Nurul Fadhilah
04/02/2026 at 16:24 PM