Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

semu tradeto

Tradeto adalah penggalan nama depan seorang Dias Widjajanto, vokalis-gitaris unit alternative rock asal Jakarta, Glaskaca. Namun, bukan hanya sekedar nama depan, ia juga merupakan sebuah bentuk aktualisasi diri--ruang minim limitasi yang sengaja diciptakan atas nama eksplorasi sonik. Dengan kata lain, Tradeto adalah proyek solo baru dari Dias; dan melaluinya, ia telah berhasil merilis single debut bertajuk "Semu."

Trek anyar milik Tradeto ini mengupas isu yang sudah cukup lama ia dalami: Alam dan lingkungan. "Semu" mengkaji bahasan tersebut dengan terpaan sintetis elektronika. Dibidiklah nama-nama macam solo proyek Thom Yorke (Radiohead) dan Bon Iver sebagai kiblat  musiknya, menghadirkan warna segar ke blantika musik elektronik lokal. Waspadalah dengan komposisi yang cukup stand-out: Ritme non-wajar yang muncul dari ketukan drum ganjil nan centil, dipadu manis dengan lembaran suara piano dan synth yang berani.

“Sebagai manusia yang biasa saja kita hanya bisa bantu sebisanya, namun untuk mereka yang punya kesempatan untuk dapat membantu lebih pun tidak mau mengeluarkan sedikit pun untuk membantu. Namun disangkutkan dengan sifat manusia itu sendiri, selalu terlambat dalam menyadari sesuatu dan akan selalu telat akan sesuatu, maka tedapat lirik 'duniawi kau sampai mati' itu,” papar Dias menjelaskan apa yang diangkat oleh "Semu", dilansir dari siaran pers.

“Isu alam itu selalu di pandang sebelah mata oleh masyarakat dan kesadaran manusia akan isu alam sangatlah minim, seakan tak ada sama sekali. Bagi 'mereka' yang mampu untuk membantu, yang punya segala sumber untuk membantu bahkan tidak melihat isu tersebut sebagai isu besar, namun saya sebagai manusia biasa yang sadar akan situasi hanya bisa memohon dan meminta waktu untuk ini. 'Semu' cukup mewakilkan garis besar dari cerita tersebut, namun semua kembali lagi kepada pendengar,” sambungnya.

Lirik dan musik dari single debut Tradeto ini ditulis oleh Dias seorang diri, begitupula kala menggarap pengerjaannya di dalam dapur rekaman. Ia memainkan seluruh alat musik yang digunakan, merekam dan memproduserinya secara mandiri. Adapula bantuan rekan sejawatnya dalam Glaskaca, Rayhan Noor, yang turun tangan dan memainkan sebuah part gitar di track ini.

Mixing dan mastering "Semu" turut melibatkan tangan dingin Wisnu Ikhsantama, pembetot bass di Glaskaca yang juga seorang produser. Sebagai gimmick yang segar, lagu tersebut juga dihias oleh sederet voice note yang menggaet kontribusi beberapa tokoh seperti Baskara Putra, Dimas Muhammad, Akbarry Noor, Cindy Lauw, Danang Joedodarmo, Bilal Indrajaya, Bayu Adisapoetra, dan Sahid Permana.

Dengarkan "Semu" di bawah ini:

ARTICLE TERKINI

Tags:

#dias widjajanto #Glaskaca #solo proyek #tradeto #single baru #single debut #semu #isu lingkungan #elektronik #Thom Yorke #bon iver #baskara putra

Article Category : Super Buzz

Article Date : 28/12/2019

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

6 Comments

Comment
RAHARDJO TEONOVI

RAHARDJO TEONOVI

16/02/2025 at 20:58 PM

“Isu alam itu selalu di pandang sebelah mata oleh masyarakat dan kesadaran manusia akan isu alam sangatlah minim, seakan tak ada sama sekali. Bagi 'mereka' yang mampu untuk membantu, yang punya segala sumber untuk membantu bahkan tidak melihat isu tersebut sebagai isu besar, namun saya sebagai manusia biasa yang sadar akan situasi hanya bisa memohon dan meminta waktu untuk ini. 'Semu' cukup mewakilkan garis besar dari cerita tersebut, namun semua kembali lagi kepada pendengar,” sambungnya.
Agus Sungkawa

Agus Sungkawa

04/05/2025 at 18:32 PM

Nice info
Cands

Cands

26/05/2025 at 21:48 PM

Kelaz
Budi Nurcahyo

Budi Nurcahyo

19/09/2025 at 09:30 AM

Tradeto, Proyek Solo Electronica dari Dias 'Glaskaca'
Ald /

Ald /

10/10/2025 at 02:17 AM

Nice info
Yogi Putra Pratama

Yogi Putra Pratama

02/03/2026 at 19:57 PM

keren
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive