Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Rudolf Dethu: Mana Tembang Mencelakai, Mana Membawa Damai

Author : Admin Music

Article Date : 19/10/2022

Article Category : NOIZE

Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, jumlah kecelakaan lalu lintas di Pulau Dewata mencapai 1.984 kasus pada 2021. Jumlah ini meningkat nyaris 10% dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.787 kasus.

Pertanyaannya, dari seluruh insiden tersebut berapa banyak yang diakibatkan oleh mendengarkan lagu-lagu berirama cepat, dengan beats per minute (bpm) nan ngebut? Apakah sebaiknya mengemudi seraya memainkan lagu-lagu bertempo sedang macam Jalan Jalan milik The Hydrant atau Rise besutan Manja saja, serta seberapa berbahaya sih dendang kencang VOB yang diramupadu (remix) oleh Indra7, School of Revolution?

Riset yang dipublikasikan pada 2019 silam oleh South China University of Technology di Guangzhou menyorot dampak negatif mengemudi mobil sambil mendengarkan musik bernada cepat. Yang dianggap aman adalah memutar tembang-tembang di bawah 120 bpm, di atas itu, sebaiknya berhati-hati karena bisa membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Lebih bijak memilih lagu Seringai yang berjudul Selamanya (100 bpm) karena lagu Pamungkas berjudul One Only (145 bpm) justru lebih mungkin mencelakai.

Mari saya berikan sedikit kiat—istilah masa kininya: spill—rangkaian senandung macam apa yang sebaiknya didengarkan selama kalian berpelesir di Bali, agar proses healing di Ubud berlangsung syahdu lagi sukses. 

Kategori Aman:

  • Navicula - Aku Bukan Mesin (104 bpm)
  • Burgerkill - Revolt (112 bpm)
  • Kelompok Penerbang Roket - Anjing Jalanan (93 bpm)

Kategori Hati-Hati:

  • Efek Rumah Kaca - Cinta Melulu (148 bpm)
  • Padi - Mahadewi versi album kompilasi 90s Hits (170 bpm)
  • OM PMR - Judul Judulan (165 bpm)

Kategori Berbahaya:

  • Steven & Coconuttreez - Welcome to My Paradise (174 bpm)
  • Dewa 19 - Kirana (188 bpm)
  • Vita Alvia - Kopi Dangdut (184 bpm)

Oh ya, sebagai tambahan, lagu-lagu yang disebut di paragraf pembuka, berikut rinciannya:

  • The Hydrant - Jalan Jalan (144 bpm, hati-hati!)
  • Manja - Rise (100 bpm, aman!)
  • VoB x Indra7 - School Revolution (124 bpm, mulai waspada!)

Oke, Superfriends, pelajaran apa yang bisa kita sekalian petik di sini? Janganlah lekas mengambil kesimpulan bahwa musik bernada joget woyo woyo semilir angin Mamiri bakal jauh lebih aman. Lihat saja daftar di atas, Steven & Coconuttreez malah lebih mengancam keselamatan dibanding Burgerkill (ha!).

Mari selalu mawas diri mengemudi agar liburan di Bali tak berakhir menjadi tragedi!

PERSONAL ARTICLE

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Supernoize # Rudolf Dethu #BPM #Pengendara #Healing #Bali

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
NOIZE

Yulio Piston: The New Shape Of Jakarta Metal To Come

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
NOIZE

Acum Bangkutaman: Gemerlap Festival, Rapor Merah, dan Harapan ke Depan

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
NOIZE

Dewo Iskandar: Aplikasi Smartphone untuk Membantu Proses Berkarya Lo!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
NOIZE

Arief Blingsatan: Musisi dan FOH dalam Sebuah Karya Pertunjukan

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
NOIZE

Yulio Piston: Rilisan Single Lokal Terfavorit 2022

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
NOIZE

Acum Bangkutaman: Menuju Desentralisasi Musik Indonesia

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
NOIZE

Dewo Iskandar: Geliat Sub-Skena Pecinta Musik Rock Jepang di Indonesia

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
NOIZE

Public Speaking, Seni Bicara dan Pengetahuan tentang Psikologi Massa untuk Vokalis

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
NOIZE

Praktik Musik Indonesia 7 Tahun Terakhir (Sebuah Wacana)

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
NOIZE

Yulio Piston: Rilisan Album Lokal Terfavorit 2022

Read to Get 5 Point
image arrow
1 /